Rabu, 16 Mei 2012

MAKALAH PERKEMBANGAN ISLAM PADA ABAD ERA MODERN


MAKALAH

PERKEMBANGAN ISLAM PADA ABAD
ERA MODERN


DI SUSUN OLEH:
xi-ips 4
1.            DWI NOOR INDAH                (09)
2.              NINA SULISTIYOWATI                  (21)             
3.            SAFETY FAHIM C                            (27)
4.            SRI PUJIATI                                      (30)
5.            TREVY SETYA HARDIANA    (34)

SMA 1 CEPU
TAHUN AJARAN 2010/2011

i
MOTO

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum,jika orang itu tidak mau nerubah keadaanya sendiri ” (Q.S Ar.Raad 11)

“ Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan,namun bagaimana bertanding dengan baik(Baron Piere de Coubertin)”

“Kegagalan biasanya merupakan langkah awal menuju sukses,tapi sukses itu sendiri sesungguhnya merupakan jalan tak berketentuan menuju puncak sukses (Lambert jeffries)










ii
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan  Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui perkembangan dunia Islam pada abad pertengahan . Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Makalah ini memuat tentang “Perkembangan dunia Islam pa
da era moderen” dan sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat pengetahuan tentang Islam dan perkembangannya diabad pertengahan.

Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru Agama kami , Ibu Hj. Siti Wachidah serta teman-teman yang telah banyak membantu menyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.                                                                                 

                                                                                              Penulis







iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………………………. i
MOTO…………………………………………………………………………………………………… ii
PENGANTAR………………………………………………………………………………………… iii
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………… iv

BAB I
A.     PENDAHULUAN……………………………………………….……………..……………... 1
B.     LATAR BELAKANG MASALAH………………………….....……………………….…. 2

BAB II PEMBAHASAN

A.     PERKEMBANGAN AJARAN ISLAM PADA ERA MODERN…………………………… 3

B.     PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN PADA ERA MODERN……………….. 8
C.     PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN ISLAM PADA ERA MODERN………………… 11

BAB III PENUTUP

A.     SARAN……………………………………………………………………………………………. 17

B.     KESIMPULAN…………………………………………………………………………………. 17

C.     DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………… 18








iv

BAB I
A.     Pendahuluan

I.Tujuan Pembuatan Karya Tulis
1.Agar mudah dalam mempelajari dan memahaminya.
2.Agar kita bisa menjadi manusia yang lebih baik.
3.Menambah wawasan kita tentang ajaran Islam.
4.Agar kita bisa belajar dari pengalaman masa lalu dan kita bisa menjadi kholifah yang baik.

II.Cara pengumpulan Data
            Untuk mendapatkan data dalam penyusunan karya tulis ini,penulis menggunakan:
1.Metode browsing yaitu mencari data dari internet.
2.Metode meringkas yaitu metode pembuatan ikhtisar dari buku-buku.

III.Harapan Penulis
            Penulis mengharap dengan dibuatnya karya tulis ini agar pembaca bisa memahami tentang Perkembangan Islam pada Era Moderen dan kita bisa menjadi umat Islam yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Semoga karya tulis ini bisa bermanfaat bagi kita .Amin….






1
B.   Latar Belakang Masalah

Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME dan sebagai wakil Tuhan di bumi yang menerima amanat-Nya untuk mengelola kekayaan alam. Sebagai hamba Tuhan yang mempunyai kewajiban untuk beribadah dan menyembah Tuhan Sang Pencipta dengan tulus kita wajib menjalankan kewajiban kita sebagai kholifah di bumi.Agar kita menjadi kholifah yang baik dan bertanggumg jawab.Karena Allah telah memberikan karunia kepada kita sebagai makhluk Allah yang paling sempurna sehingga kita wajib menjaganya.
Dengan semakin maraknya terotisme dan aliran-aliran agama islam yang baru yang membuat umat islam semakin di cap sebagai agama teroris. Maka dari itu kami bertujuan dengan membahas dan mempelajari secara lebih dalam tentang Perkembangan Islam pada Era Modern agar kami tidak salah memilih dan dapat lebih megerti tentang islam.
















2
BAB II
A.  PERKEMBANGAN AJARAN ISLAM PADA ERA MODERN

Pembaruan dalam Islam yang timbul pada periode sejarah Islam mempunyai tujuan, yakni membawa umat Islam pada kemajuan, baik dalam ilmu pengetahuan maupun kebudayaan. Perkembangan Islam dalam sejarahnya mengalami kemajuan dan juga kemunduran. Bab ini akan menguraikan perkembangan Islam pada masa pembaruan. Pada masa itu, Islam mampu menjadi pemimpin peradaban. Mungkinkah Islam mampu kembali menjadi pemimpin peradaban?
Dalam bahasa Indonesia, untuk merujuk suatu kemajuan selalu dipakai kata modern, modernisasi, atau modernisme. Masyarakat barat menggunakan istilah modernisme tersebut untuk sesuatu yang mengandung arti pikiran, aliran atau paradigma baru. Istilah ini disesuaikan untuk suasana baru yang ditimbulkan oleh kemajuan, baik oleh ilmu pengetahuan maupun tekhnologi.
Pada akhir abad pertengahan dan memasuki awal era modern, umat islam di berbagai negara ada yang menyimpang dari Al-Qur’an dan Hadist. Penyimpangan tersebut terlihat dalam beberapa hal seperti berikut :
1.      Umat islam pada kala itu mulai rusak. Di beberapa kalangan umat islam ajaran ketauhitan terkotori dengan  perilaku syirik. Selain menyembah Allah SWT mereka juga menyembah makanan, batu, tempat,benda bahakan orang  yang di anggap memiliki kekuatan dan dapat memberi kekayaan atau mengabulkan apa yang di inginkan.
2.      Munculnya beberapa kelompok umat islam yang selama hidup yang hanay mementingkan urusan akhirat dan meninggalkan urusan keduniawian, dan itu termasuk penyimpangan akidah dalam syari’ah islam. Dan orang-orang ini menganut faham fatalisme yakni faham yang mengharuskan berserah diri kepada yang mengasai hidup ini dan tidak berlu berusaha.
Penyimapangan tersebut mendorong lahirnya tokoh-tokoh pembaru yang ingin menyadarkan umat islam agar segera sadar dan kembali keajaran islam yang bersumber pada Al-qur’an dan Hadist. Tokoh-tokoh pembaru tersebut adalah sebagai berikut :

1.      Muhammad Abdul Wahab (1115 – 1201 ) atau (1703-1787 M)
Muhammad Abdul Wahab (1703-1787 M) yang berasal dari nejed, Saudi Arabia. Pemikiran yang dikemukakan oelh Muhammada Abdul Wahab adalah upaya memperbaiki kedudukan umat Islam dan merupakan reaksi terhadap paham tauhid yang terdapat di kalangan umat Islam saat itu. Paham tauhid mereka telah bercampur aduk oleh ajaran-ajaran tarikat yang sejak abad ke-13 tersebar luas di dunia Islam
Disetiap negara Islam yang dikunjunginya, Muhammad Abdul Wahab melihat makam-makam syekh tarikat yang bertebaran. Setiap kota bahkan desa-desa mempunyai makam sekh atau walinya masing-masing. Ke makam-makam itulah uamt Islam pergi dan meminta pertolongan dari syekh atau wali yang dimakamkan disana untuk menyelesaikan masalah kehidupan mereka sehari-hari. Ada yang meminta diberi anak, jodoh disembuhkan dari penyakit, dan ada pula yang minta diberi kekayaan.
3
Syekh atau wali yang telah meninggal. Syekh atau wali yang telah meninggal dunia itu dipandang sebagai orang yang berkuasa untuk meyelesaikan segala macam persoalan yang dihadapi manusia di dunia ini. Perbuatan ini menurut pajam Wahabiah termasuk syirik karena permohonan dan doa tidak lagi dipanjatkan kepada Allah SWT
Masalah tauhid memang merupakan ajaran yang paling dasar dalam Islam . oleh karena itu, tidak mengherankan apabila Muhammad Abdul Wahab memusatkan perhatiannya pada persoalan ini. Ia memiliki pokok-pokok pemikiran sebagai berikut.
  1. Yang harus disembah hanyalah Allah SWT dan orang yang menyembah selain dari Nya telah dinyatakan sebagai musyrik
  2. Kebanyakan orang Islam bukan lagi penganut paham tauhid yang sebenarnya karena mereka meminta pertolongan bukan kepada Allah, melainkan kepada syekh, wali atau kekuatan gaib. Orang Islam yang berperilaku demikian juga dinyatakan sebagai musyrik
  3. Menyebut nama nabi, syekh atau malaikat sebagai pengantar dalam doa juga dikatakan sebagai syirik
  4. Meminta syafaat selain kepada Allah juga perbuatan syrik
  5. Bernazar kepada selain Allah juga merupakan sirik
  6. Memperoleh pengetahuan selain dari Al Qur’an, hadis, dan qiyas merupakan kekufuran
  7. Tidak percaya kepada Qada dan Qadar Allah merupakan kekufuran.
  8. Menafsirkan Al Qur’an dengan takwil atau interpretasi bebas juga termasuk kekufuran.
Untuk mengembalikan kemurnian tauhid tersebut, makam-makam yang banyak dikunjungi denngan tujuan mencari syafaat, keberuntungan dan lain-lain sehingga membawa kepada paham syirik, mereka usahakan untuk dihapuskan. Pemikiran-pemikiran Muhammad Abdul Wahab yang mempunyai pengaruh pada perkembangan pemikiran pembaruan di abad ke-19 adalah sebagai berikut.
  1. Hanya alquran dan hadis yang merupakan sumber asli ajaran-ajaran Islam. Pendapat ulama bukanlah sumber
  2. Taklid kepada ulama tidak dibenarkan
  3. Pintu ijtihad senantiasa terbuka dan tidak tertutup
Muhammad Abdul Wahab merupakan pemimpin yang aktif berusaha mewujudkan pemikirannya. Ia mendapat dukungan dari Muhammad Ibn Su’ud dan putranya Abdul Aziz di Nejed. Paham-paham Muhammad Abdul Wahab tersebar luas dan pengikutnya bertambah banyak sehingga di tahun 1773 M mereka dapat menjadi mayoritas di Ryadh. Di tahun 1787, beliau meninggal dunia tetapi ajaran-ajarannya tetap hidup dan mengambil bentuk aliran yang dikenal dengan nama Wahabiyah.


4
  1. Rifa’ah Badawi Rafi’i At- tahtawi
Beliau lahir di Tahta pada tahun 1801 M dan meninggal di Mesir. Tahun meninggalnya tidak di ketahui dengan jelas. Beliau juga di kenal dengan At- tahtawi. Pemikiran yang belau serukan adalah  agar umat islam di dunia tidak mementingkan urusan ukhrawi saja. Melainkan juga mementungkan urusan duniawi agar umat islam tidak terjajah oleh bangsa lain.
3.    Jamaludin Al Afgani (Iran 1838 – Turki 1897)
Salah satu sumbangan terpenting di dunia Islam diberikan oleh sayid Jamaludin Al Afgani. Gagasannya mengilhami kaum muslim di Turki, Iran, mesir dan India. Meskipun sangant anti imperialisme Eropa, ia mengagungkan pencapaian ilmu pengetahuan barat. Ia tidak melihat adanya kontradiksi antara Islam dan ilmu pengetahuan. Namun, gagasannya untuk mendirikan sebuah universitas yang khusus mengajarkan ilmu pengetahuan modern di Turki menghadapi tantangan kuat dari para ulama. Pada akhirnya ia diusir dari negara tersebu
t.

Selain tokoh-tokoh pembaruan tersebut juga msih banyak tokoh-tokoh pembaruan lainya, antara lain :
1.    Muhammad Abduh (mesir 1849-1905) dan Muhammad Rasyd Rida (Suriah 1865-1935)
Guru dan murid tersebut sempat mengunjungi beberapa negara Eropa dan amat terkesan dengan pengalaman mereka disana. Rasyd Rida mendapat pendidikan Islam tradisional dan menguasai bahasa asing (Perancis dan Turki) yang menjadi jalan masuknya untuk mempelajari ilmu pengetahuan secara umum. Oelh karena itu, tidak sulit bagi Rida untuk bergabung dengan gerakan pembaruan Al Afgani dan Muhammad Abduh di antaranya melalui penerbitan jurnal Al Urwah Al Wustha yang diterbitkan di paris dan disebarkan di Mesir. Muhammad Abduh sebagaimana Muhammad Abdul Wahab dan Jamaludin Al Afgani, berpendapat bahwa masuknya bermacam bid’ah ke dalam ajaran Islam membuat umat Islam lupa akan ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya. Bid’ah itulah yang menjauhkan masyarakat Islam dari jalan yang sebenarnya.
2.    Toha Husein (Mesir Selatan 1889-1973)
Toha husein adalah seorang sejarawan dan filsuf yang amat mendukung gagasan Muhammad Ali Pasya. Ia merupakan pendukung modernisme yang gigih. Pengadopsian terhadap ilmu pengetahuan modern tidak hanya penting dari sudut nilai praktis (kegunan)nya saja, tetapi juga sebagai perwujudan suatu kebudayaan yang amat tinggi. Pandangannya dianggap sekularis karena mengunggulkan ilmu pengetahuan.


5
3.    Sayid Qutub (Mesir 1906-1966) dan Yusuf Al Qardawi.
Al qardawi menekankan perbedaan modernisasi dan pembaratan. Jika modernisasi yang dimaksud bukan berarti upaya pembaratan dan memiliki batasan pada pemanfaatan ilmu pengetahuan modern serta penerapan tekhnologinya, Islam tidak menolaknya bahkan mendukungnya. Pandangan al qardawi ini cukup mewakili pandangan mayoritas kaum muslimin. Secara umum, dunia Islam relatif terbuka untuk menerima ilmu pengetahuan dan tekhnologi sejauh memperhitungkan manfaat praktisnya. Pandangan ini kelak terbukti dan tetap bertahan hingga kini di kalangan muslim. Akan tetapi, dikalangan pemikir yang mempelajari sejarah dan filsafat ilmu pengetahuan, gagasan seperti ini tidak cukup memuaskan mereka.
4.    Sir Sayid Ahmad Khan (india 1817-1898)
Sir Sayid Ahmad Khan adalah pemikir yang menyerukan saintifikasi masyarakat muslim. Seperti halnya Al Afgani, ia menyerukan kaum muslim untuk meraih ilmu pengetahuan modern. Akan tetapi, berbeda dengan Al Afgani ia melihat adanya kekuatan yang membebaskan dalam ilmu pengetahuan dan tekhnologi modern. Kekuatan pembebas itu antara lain meliputi penjelasan mengenai suatu peristiwa dengan sebab-sebabnya yang bersifat fisik materiil. Di barat, nilai-nilai ini telah membebaskan orang dari tahayuldan cengkeraman kekuasaan gereja. Kini, dengan semangat yang sama, Ahmad Khan merasa wajib membebaskan kaum muslim dengan melenyapkan unsur yang tidak ilmiah dari pemahaman terhadap Al Qur’an. Ia amat serius dengan upayanya ini antara lain dengan menciptakan sendiri metode baru penafsiran Al Qur’an. Hasilnya adalah teologi yang memiliki karakter atau sifat ilmiah dalam tafsir Al Qur’an
5.    Sir Muhammad Iqbal (Punjab 1873-1938)
Generasi awal abad ke-20 adalah Sir Muhammad Iqbal yang merupakan salah seorang muslim pertama di anak benua India yang sempat mendalami pemikiran barat modern dan mempunyai latar belakang pendidikan yang bercorak tradisional Islam. Kedua hal ini muncul dari karya utamanya di tahun 1930 yang berjudul The Reconstruction of Religious Thought in Islam (Pembangunan Kembali Pemikiran Keagamaan dalam Islam). Melalui penggunaan istilah recontruction, ia mengungkapkan kembali pemikiran keagamaan Islam dalam bahasa modern untuk dikonsumsi generasi baru muslim yang telah berkenalan dengan perkembangan mutakhir ilmu pengetahuan dan filsafat barat abad ke-20.
Perkembangan ajaran agama Islam juga dapat di lihat dari semakin banyaknya jumlah pemeluk agama Islam si seluruh dunia. Penduduk muslim terbesar terpusat di Asia dan Afrika. Negara yang memiliki penduduk yang beragama islam yang mencapai 90% adalah Mauritania, Sahara Barat, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libiya, Mesir, Somalia, Turki, Irak, Yordania, Arab Saudi, Yaman, Oman, Qatar,Bahrain, Iran, Afganistan dan Pakistan. Negara-negara yang penduduknya yang memeluk Islam mencapai 50 – 90% adalah Tanzania, Turkmenistan, Uzbekistan, Kirghistan, Tajikistan, Bangladesh, Malaysia, Singapura, Indonesia, Brunei Darusalam dan Filipina. Dan negara- negara yang seperti Gunea, Albania, Suria, India, cina dan Myanmar jumlah muslimnya hanya berkisar 10 – 50% dari jumlah penduduknya.
6

Untuk menyatukan umat Islam di seluruh dunia pada bulan Zulhijah 1381 H ( Mei 1962) didirikan rabitah Al-Alam Al- Islam ( Muslim Word League atau Liga muslim Sedunia) yang merupakan organisasi yang tidak memiliki platform tidak berpihak pada suatu partai atau golongan atau  hanya mewakili umat islam sedunia. Lembaga yang berpusat di Mekah, Arab saudi.
Dan untuk memajukan dakwah di daerah Eropa, dengan mendirikan Dewan Islam Eropa oleh Conference of Islamic Cultural Center and Organization of Europe ( Konfrensi Pusat Kebudayaan dan Organisasi Islam Eropa) di London pada bulan Mei 1973 dan bersekertariat di Jedah .


7


B.  PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN PADA ERA MODERN

Islam merupakan agama yang sangat mendukung kemajuan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, Islam menghendaki manusia menjalankan kehidupan yang didasarkanpada rasioanlitas atau akal dan iman. Ayat-ayat Al Qur’an banyak memberi tempat yang lebih tinggi kepada orang yang memiliki ilmu pengetahuan, Islam pun menganjurkan agar manusia jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang telah dimilikinya karena berapapun ilmu dan pengetahuan yang dimiliki itu, masih belum cukup untuk dapat menjawab pertanyaan atau masalah yang ada di dunia ini. Firman Allah SWT( lihat Al_qur’an onlines di google)
Artinya : “Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepada tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha bijaksana.”                       (QS luqman : 27)
Ajaran Islam tersebut mendapat respon yang positif dari para pemikir Islam sejak zaman klasik (650-1250 M), zaman pertengahan (1250-1800 M) hingga periode modern (1800 m dan seterusnya). Masa pembaruan merupakan zaman kebangkitan umat Islam. Jatuhnya mesir ke tangan barat menynadarkan umat Islam bahwa di barat telah timbul peradaban baru yang lebih tinggi dan merupakan ancaman bagi Islam. Raja-raja dan pemuka-pemuka Islam mulai memikirkan cara untul meningkatkan mutu dan kekuatan umat Islam. Pemikiran dan usaha pembaruan antara lain sebagai berikut.
Sebenarnya pembaruan dan perkembangan ilmu pengetahuan telah dimulai sjak periode pertengahan, terutama pada masa kerajaan usmani. Pada abad ke-17, mulai terjadi kemunduran khusunya ditandai oleh kekalahan-kekalahan yang dialami melalui peperangan melawan negara-negara Eropa. Peristiwa tersebut diawali dengan terpukul mundurnya tentara usmani ketika dikirm untuk menguasai wina pada tahun 1683. kerajaan usmani menyerahkan Hungaria kepada Austria, daerah Podolia kepada Polandia, dan Azov kepada Rusia dengan perjanjian Carlowiz yang ditandatangani tahun 1699
Kekalahan yang menyakitkan ini mendorong raja-raja dan pemuka-pemuka kerajaan usmani mengadakan berbagai penelitian untuk menyelidiki sebab-sebab kekalahan mereka dan rahasia keunggulan lawan. Mereka mulai memperhatikan kemajuan Eropa, terutama Prancis sebagai negara yang terkemuka pada waktu itu. Negara Eropa mulai mempunyai arti yang penting bagi cendikiawan atau pemuka-pemuka usmani. Orang-orang Eropa yang selama ini dipandang sebagai kafir dan rendah mulai dihargai. Bahkan, duta-dutapun dikirim ke Eropa untuk mempelajari kemajuan berbagai disiplin ilmu serta suasana dari dekat
Pada tahun 1720, Celebi Mehmed diangkat subagai duta di Paris dengan tugas khusu mengunjungi pabrik-pabrik, benteng-benteng pertahanan, dan institusi-institusi lainnya serta memberi laporan tentang kemajuan tekhnik, organisasi angkatan perang modern, rumah sakit, observatorium, peraturan, karantina, kebun binatang, adat istiadat dan lain sebagainya seperti ia lihat di Perancis. Di tahun 1741 M anaknya, Said Mehmed dikirim pula ke paris
8
Laporan-laporan kedua duta ini menarik perhatian Sultan Ahmad III (1703-1730 M) untuk memulai pembaruan di kerajaan Usmani. Pada tahun 1717 M, seorang perwira Perancis bernama De Rochefart datang ke Istanbul dengan usul membentuk suatu korps artileri tentara Usmani berdasarkan ilmu-ilmu kemiliteran modern. Di tahun 1729, datang lagi seorang Perancis yakni Comte De Bonneval yang kemudia masuk Islam dengan nama baru Humbaraci Pasya. Ia bertugas melatih tentara usmani untuk memakai alat-alat (meriam) modern. Untuk menjalankan tugas ini, ia dibantu oleh Macarthy dari Irlandia, Ramsay dari Skotlandia dan Mornai dari Perancis. Atas usaha ahli-ahli Eropa inilah, taktik dan teknik militer ,odern pun dimasukkan ke dalam angkatan perang usmani. Maka pada tahun 1734 M, dibuka sekolah teknik militer untuk pertama kalinya.
Dalam bidang non militer, pemikiran dan usaha pembaruan dicetuskan oleh Ibrahim Mutafarrika (1670-1754 M). Ia memperkenalkan ilmu-ilmu pengetahuan modern dan kemajuan barat kepada masyarakat turki yang disertai pula oleh usha penerjemahan buku-buku barat ke dalam bahasa turki. Suatu badan penerjemah yang terdiri atas 25 orang anggota dibentuk pada tahun 1717 M
Sarjana atau filsuf Islam yang termasyur, baik didunia Islam atau barat ialah Ibnu Sina (1031 M) dan Ibnu Rusyd (1198 M). Dalam bidang seni atau syair, penyair persia Umar Khayam (1031 M) dan penyair lirik Hafiz (1389 M) yang dijuluki Lisan Al Gaib atau suara dari dunia gaib, sangat dikenal luas saat itu.
Ilmu pengetahuan mengalami perkembangan yang baik mula-mula di negara seperti Turki, India danm Mesir. Sejak masa pemerintahan Sultan Muhammad II ( 1785 – 1839 ) Kesultanan Turki sudah melakukan berbagai usaha guna memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi. Usaha- usaha yang dilakukan sebagai berikut :
1)      Memasukkan pengetahuan umum ke dalam kurikulum pendidikan Islam.
2)      Mendirikan Lembaga Pendidikan Mektebi Ulumi Edebiyet yang menyediakan tenaga-tenaga ahli dibidang penerjemah.
3)      Mendirikan perguruan tinggi di bidang kedokteran, militer dan teknologi.
Setelah Kesultanan Turki dihapuskan pada tanggal 1 November 1923 M dan Turki berubah berbentuk republik dengan Presiden Mustafa Kemal At Turki, kemajua Turki di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi terus ditingkatkan.
Sejak penjajahan Inggris, di India sudah bermunculan cendekiawan muslim moderen yang melakukan usaha agar umat muslim mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga mampu memerdekakan diri. Cendekiawan muslim India yang terkenal antara lain, Syah Waliyullah (1703-1762M), Sayid Amir Ali ( 1849-1928 M),Muhammad Iqbal ( 1873-1938 M), muhammad Ali Jinnah ( 1876-1948 M), dan Abdul kalam Azad (1888-1956 M). Dari sejumlah cendekiawan tersebut yang di pandang paling berjasa terhadap moderenisasi islam adalah di India adalah Sayid Ahmad Khan.

9
      Beliau memberikan sumbangan pemikiran yang dapat mengungah semangat belajar muslim India.                                                          Beliau menyatakan bahwa umat Islam terbelakang  dan bodoh, miskin dan terjajah karena mereka tidak memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi seperti yang dimiliki eropa. Untuk mewujudkan gagasannya tersebut beliau mendirikan “the Scentufic Socienty” dan “translation Society” yakni lembaga pendidikan ilmu pengetahuan dan lembaga penerjem,ah ilmu pengetahuan moderen. Belau juga mendirikan sekolah “ Muhammaden Anglo Oriental College (MAOC) pada tahun 1978 yang kemudian berubah menjadi “ Muslim University of Aligar”.
Sejak ekspedisi napoleon memasuki mesir tahun 1798, muslim Mesir terutama penguasa dan cendekiawan mulai menyadari atas keterbelakangan mereka. Maka mereka lalu melakukan berbagai upaya agar dapat menguasai iolmu pengetahuan dan teknologi yang dimilki bangsa Eropa. Mulailah Muhammad Ali, pemimpin mesir tahun 1805-1849 M. Mengirim mahasiswa untuk mempelajari iptek ke Prancis dan setelah itu kembali lagi ke mesir menjadi pengajar perguruan tinggi, terutama universitas Al Azhar, karena ilmu yang menuntut ilmu disana bukan hanay mahasiswa mesir saja, melainkan mahasiswa muslim dari berbagai negara diluar mesir.
Setelah Universitas Al Azhar di mesir juga didrikan beberapa perguruan tinggi yang berkualitas, anatara lain Universitas Ainusyams tahun 1950 di kairo, Universitas Hilwan, Universitas Assitut tahun 1957, Universitas Suez tahun 1976 dan Universitas Amerika di kairo ( The American University in Cairo) yang didirikan bagai mahasiswa-mahasiswa Mesir dengan tenaga pengajar Amerika.











10
C. PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN ISLAM PADA ERA MODERN
A.  Perkembangan Kebudayaan pada masa Pembaharuan
Bangsa Turki tercatat dalam sejarah Islam dengan keberhasilannya mendirikan dua dinasti yaitu Dinasti Turki Saljuk dan Dinasti Turki Usmani. Di dunia Islam, ilmu pengetahuan modern mulai menjadi tantangan nyata sejak akhir abad ke-18, terutama sejak Napoleon Bonaparte menduduki Mesir pada tahun 1798 dan semakin meningkat setelah sebagian besar dunia Islam menjadi wilayah jajahan atau dibawah pengaruh Eropa.akhirnya serangkaian kekalahan berjalan hingga memuncak dengan jatuhnya dinasti Usmani di Turki. Proses ini terutama disebabkan oleh kemjuan tekhnologi barat. Setelah pendudukan Napoleon, Muhammad Ali memainkan peranan penting dalam kampanye militer melawan Perancis. Ia diangkat oleh pengusaha Usmani menjadi Pasya pada tahun 1805 dan memerintah Mesir hingga tahun 1894
Buku-buku ilmu pengetahuan dalam bahasa Arab diterbitkan. Akan tetapi, saat itu terdapat kontroversial percetakan pertama yang didirikan di Mesir ditentang oleh para ulama karena salah satu alatnya menggunakan kulit babi. Muhammad Ali Pasya mendirikan beberapa sekolah tekhnik dengan guru-gurunya dari luar negaranya. Ia mengirim lebih dari 4000 pelajar ke Eropa untuk mempelajari berbagai ilmu pengetahuan dan tekhnologi.
Kebudayaan turki merupakan perpaduan antara kebudayaan Persia, Bizantium dan Arab. Dari kebudayaan Persia, mereka banyak menerima ajaran-ajaran tentang etika dan tatakrama kehidupan kerajaan atau organisasi pemerintahan. Prinsip kemiliteran mereka dapatkan dari Bizantium, sedangkan dari Arab, mereka mendapat ajaran tentang prinsip ekonomi, kemasyarakatan, dan ilmu pengetahuan.
Orang-orang Turki Usmani dikenal sebagai bangsa yang senang dan mudah berasimilasi dengan bangsa lain dan bersikap terbuka terhadap kebudayaaan luar. Para ilmuwan ketika itu tidak menonjol. Namun demikian, mereka banyak berkiprah dalam pengembangan seni arsitektur Islam berupa bangunan-bangunan masjid yang indah seperti masjid Sultan Muhammad Al Fatih, masjid Sulaiman, dan masjid Abu Ayub Al Ansari. Masjid-masjid tersebut dihiasi pula dengan kaligrafi yang indah. Salah satu masjid yang terkenal dengan keindahan kaligrafinya adalah masjid yang awalnya berasalh dari gereja Aya Sophia.
Islam dan kebudayaannya tidak hanya merupakan warisan dari masa silam yang gemilang, namun juga salah satu kekuatan penting yang cukup diperhitungkan dunia dewasa ini. Al Qur’an terus menerus dibaca dan dikaji oleh kaum muslim. Budaya Islam pun tetap merupakan faktor pendorong dalam membentuk kehidupan manusia di permukaan bumi.
Toleransi beragama merupakan salah satu kebudayaan Islam dan tidak ada satupun ajaran Islam yang bersifat rasialisme. Dalam hal ini, agama yang ditegakkan oleh Nabi Muhammad mengandung amanat yang mendorong kemajuan bagi seluruh umat manusia, khusunya umat Islam di dunia.
11

B. Manfaat Sejarah Islam pada Masa Pembaruan
1. Sejarah dikemukakan dalam Al Qur’an sebagai kisah atau peristiwa yang dialami umat manusia di masa lalu. Orang yang tidak mau mengambil hikmah dari sejarah mendapat kecaman karena mereka tidak mendapat pelajaran apapun dari kisah dalam Al Qur’an. Melalui sejarah, kita dapat mencari upaya antisipasi agar kekeliruan yang mengakibatkan kegagalan di masa lalu tidak terulang di masa yang akan datang.
2. Pelajaran yang dapat diambil dari sejarah dapat menjadi pilihan ketika mengambil sikap. Bagi orang yang mengambil jalan sesuai dengan ajaran dan petunjuk Nya, orang tersebut akan mendapat keselamatan
3. pembaruan akan memberi manfaat berupa inspirasi unutk mengadakan perubahan-perubahan sehingga suatu pekerjaan akan menajdi lebih efektif dan efisien
4. dalam sejarah, dikemukakan pula masalah sosial dan politik yang terdapat di kalangan bangsa-bangsa terdahulu. Semua itu agar menjadi perhatian dan menjadi pelajaran ketika menghadapi permasalahan yang mungkin akan terjadi
5. pembaruan mempunyai pengaruh besar pada setiap pemerintahan. Sebagai contoh, pada zaman Sultan Mahmud II sadar bahwa pendidikan madrasah tradisional tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman abad ke-19. oleh karena itu, dibuatlah pembaruan-pembaruan di bidang pendidikan yang memasukkan unsur ilmu pengetahuan umum ke dalam sistem pendidikan negara tersebut.
6. corak atau bentuk negara dianggap kalangan tertentu bukan persoalan agama, tetapi persoalan duniawi sehingga hal tersebut diserhakan kepada manusia untuk menentukannya. Hal seperti ini dilakukan oleh Mustafa Kemal Pasya dalam menghapus sistem kekhilafan dari kerajaan Usmani.
12
C. Perilaku Cerminan Penghayatan terhadap Sejarah Islam pada Masa Pembaruan
Ada beberapa perlaku yang dapat dijadikan cerminan terhadap penghayatan akan sejarah perkembangan Islam pada masa pembaruan ini. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Menyikapi kejadian masa lalu dengan sikap sabar dan menanamkan jihad yang sesuai dengan ajaran Al Qur’an dan hadis
  2. Sejarah dapat dijadikan sumber inspirasi untuk membuat langkah-langakah inovatif agar kehidupan menusia dapat damai dan sejahtera baik di dunia maupun di akhirat.
  3. Memotivasi diri terhadap masa depan agar memperoleh kemajuan serta mengupayakan agar sejarah yang mengandung nilai negatif atau kurang baik tidak akan terualng kembali.
  4. Membangun masa depan berdasarkan pijakan-pijakan yang telah ada di masa lalu sehingga dapat membangun negara senantiasa menjadi baldatun tayyibatun wa rabbun gafur atau negara yang baik dan mendapat ampunan dari Allah SWT
  5. Ilmu pengetahuan dan tekhnologi di masa pembaruan cukup canggih dan menakjubkan sehingga melalui proses belajar akan dapat diperoleh kemajuan yang lebih baik bagi gemerasi-generasi muslim di masa depan.
D. Pengaruh Perkembangan Dunia Islam terhadap Umat Islam di Indonesia      
Pembaruan di negara-negara timur tengah tidak hanya tersebar di lingkungan mereka sendiri, namun juga meluas hingga ke Indonesia. Pengaruh-pengaruh dari pembaruan tersebut antara lain sebagai berikut.
  1. Gema pembaruan yang dilakukan oleh Jamaludin Al Afgani an syekh Muhammadn Abdul Wahhab sampai juga ke Indonesia, terutama terhadap tokoh-tokoh seperti Haji Muhammad Miskin (Kabupaten Agam, Sumatera Barat), Haji Abdur Rahman (Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat), dan Haji Salman Faris (Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat). Mereka dikenal dengan nama Haji Miskin, Haji Pioabang dan Haji sumaniik. Sepulang dari tanah suci, mereka terilhami oleh paham syekh Muhammad Abdul Wahhab. Mereka pulang dari tanah suci pada tahun 1803 M dan sebagai pengaruh pemikiran para pembaru timur tengah tersebut adalah timbulnya gerakan paderi. Gerakan tersebut ingin membersihkan ajaran Islam yang telah bercampur-baur dengan perbuatan-perbuatan yang bukan Islam. Hal ini menimbulkan pertentangan antara golongan adat dan golongan Paderi.
  2. Pada tahun 1903 M murid-murid dari Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawy, seorang ulama besar bangsa Indonesia di makkah yang mendapat kedudukan mulia di kalangan masyarakat dan pemerintahan Arab, kembali dari tanah suci. Murid-murid dari syekh ahmad inilah yang menjadi pelopor gerakan pembaruan di minangkabau dan akhirnya berkembang ke seluruh Indonesia. Mereka antara lain sebagai berikut : Syekh Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka), Syekh Daud Rasyidi, Syekh Jamil Jambik dan Kyai Haji Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah)
14

  1. Munculnya berbagai organisasi dan kelembagaan Islam modern di Indonesia pada awal abad ke-20, baik yang bersifat keagamaan, politik maupun ekonomi. Organisasi tersebut ialah sebagai berikut.
a. Jamiatul Khair (1905 M) yang merupakan wadah lembaga pendidikan dan pengkaderan generasi muda penerus perjuangan Islam dan berlokasi di Jakarta
b. Muhammadiyah (18 November 1912) yang didirikan oleh K.H Ahmad Dahlan. Ia memiliki pemikiran yang tidak menghendaki berkembangnya bid’ah, tahayul kurafat dan mengembalikan ajaran Islam yang sesuai dengan Al Qur’an dan hadis di Yogyakarta
c. Al Irsyad (1914 M) dibawah pimpinan Ahmad Sukarti dan bertempat di Jakarta.
d. Persatuan Islam (persis) dibawah pimpinan Ahmad Hasan yang didirikan tahun 1923 di Bandung. Al Irsyad dan Persis memiliki bentuk gerakan yang hampir sama dengan Muhammadiyah.
e. Seriakt Dagang Islam (1911) di bawah pimpinan Haji Samanhudi di Solo. Pada awalnya gerakan tersebut bersifat ekonomi dan keagamaan. Akan tetapi kemudian berubah menjadi kegiatan yang bersifat politik. Terjadi perubahan kembali menjadi Partai Serikat Islam dan pada tahun 1929 kembali berubah menjadi PSII (partai Serikat Islam Indonesia).
f. Jamiyatul Nahdatul Ulama (NU) yang lahir 13 Januari 1926 di surabaya di bawah pimpinan KH Hasym Asyari. Nahdatul Ulama merupakan wadah para ulama di dalam tugas memimpin masyarakat muslim menuju cita-cita kejayaan Islam. Gerkannya kemudian juga berubah ke arah politik
g. Matla’ul Anwar (1905) di Menes, Banten yang didirikan oleh KH M. Yasin. Organisasi ini bersifat sosial keagamaan dan pendidikan.
h. Pergerakan Tarbiyah (Perti) di Sumatera Barat yang didirikan oleh Syekh Sulaiman Ar Rasuli pada tahun 1928. organisasi ini bergerak di bidang pendidikan, membasmi bid’ah, khurafat dan tahayul serta taklid di kalangan umat Islam
i. Persatuan Muslim Indonesia (Permi) yang didirikan pada tanggal 22 mei 1930 di bukit tinggi. Organisasi ini pada mulanya bersifat keagamaan, tetapi kemudian menjadi partai politik yang menuntut kemerdekaan Indonesia. Pemimpinnya adalah Muchtar Lutfi
j. Majlis Islam ‘Ala Indonesia yang didirikan atas prakarsa KH Ahmad Dahlan dan KH Mas Mansur pada tahun 1937. pada mulanya organisasi ini tidak terlibat pada kegiatan politik, tapi pada akhirnya terlibat pula dalam politik praktis yaitu dengan melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda.
15
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gerakan pembaruan yang menyebabkan lahirnya organisasi keagamaan pada mulanya bersifat keagamaan, tetapi seiring dengan kondisi masyarakat pada saat itu kemudian menjelma menjadi kegiatan politik yang menuntut kemerdekaan Indonesia dan hal tersebut dirasakan mendapat pengaruh yang signifikan dari pemikir-pemikir para pembaru Islam, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Modernisasi dalam bidang sastra ditandai dengan muncilnya sastrawan Islam di beberapa Negara seluruh dunia antara lain :
    1. Muhammad iqbal
Lahir di Pakistan tahun 1877 dan wafat tahun 1938. Beliau mengungkapkan falsafahnya melalui puisi. Krya yang terkenal adalah Asrari Khudi dan The Reconstruction Of Religious Thoughs in Islam.
    1. Mustafa Lutfi Al-Manfaluti
Sastrawan dan ulama Al-Azhar . Lahir paa tahun 1876 dan wafat tahun 1926. Karya sastranya berupa cerpen yang bergaya klasik modern.
    1. Dr. Muhammad Husein Haekal
Lahir pada tahun 1888 dan wafat tahun 1956. Sastrawan Mesir dengan karyanya yang terkenal yakni Hayatu Muhammad dan Muhammad
    1. Jamil Shidqi Az Zahawi
Lahir pada tahun 1863 dan wafat tahun 1936. Perintis sajak modern yang bernada keras dan terkenal sebagai pembela hak wanita bersama Ma’ruf Ar Rasafi.
    1. Abdus Salam Al Ujali
Lahir tahun 1918. Seorang dokter namun aktif menulis novel dan cerpen.
    1. Aisyah Abdurrahman binti Syati’
Seoorang Dokter dalam sastra klasik dan terkenal sebagai seorang jurnalis pada mass media Mesir Al Ahram.



16
BAB III
PENUTUP
A.   SIMPULAN
 Di abad pertengahan islam mulai berkembang dan islam menyebar ke negara-negara lain misal India, Irak, Pakistan dan lain lain, dan pada abad pertengahan pula dalam masa penyebaran islam muncul ilmuan ilmuan dan cendekiawan cendekiawan islam. Negara negara yang bercorak islam pun bermunculan di berbagai negara, dan merupakan pusat penyebaran islam.


B.   SARAN
          Kita sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna harus menjaga apa yang telah diberikan Allah kepada kita.Karena Allah telah menugaskan kita sebagai kholifah di bumi.Kita harus berusaha menjadi manusia yang lebih baik,dengan cara menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya.










17
DAFTAR PUSTAKA

  1. http://www.geocities.com/cominglucky/tamadunmain.htm, diakses tanggal 16 September 2006
  1.  http://hitsuke.blogspot.com/2009/05/kerajaan-safawi-di-persia.html

  1. http://forum.dudung.net/index.php?topic=4738.0
  2. SUPRIYANTO, MODUL SISWA, penunjang pembelajaran, pendidikan agama islam kelas xi semester 1


















18


























Notched Right Arrow: 8

Notched Right Arrow: 13



Notched Right Arrow: 1



Notched Right Arrow: 5
Notched Right Arrow: 2






Notched Right Arrow: 9



Notched Right Arrow: 6
Notched Right Arrow: 3


Notched Right Arrow: 12
Notched Right Arrow: 11







Notched Right Arrow: 7




Notched Right Arrow: 100



Notched Right Arrow: 4



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar